Bawang merah goreng bukan cuma pelengkap makanan, tapi juga peluang usaha rumahan yang menguntungkan. Dengan teknik yang tepat, kamu bisa menghasilkan produk renyah, gurih, dan disukai banyak orang. Artikel ini membahas cara produksi bawang merah goreng untuk pemula yang ingin mulai usaha dari dapur sendiri.
Langkah Mudah Produksi Bawang Merah Goreng
Bawang merah goreng digemari banyak orang karena wangi khas dan teksturnya yang renyah menggoda. Tak hanya jadi pelengkap makanan, produk ini juga bisa jadi ladang cuan bagi pemula. Dengan modal kecil dan teknik yang tepat, kamu bisa mulai produksi dari dapur sendiri.
Yuk, simak langkah-langkah praktisnya!
1. Gunakan Bawang Merah Lokal Berkualitas
Tahap pertama yang perlu diperhatikan adalah memilih bawang merah yang masih segar dan memiliki kualitas terbaik. Bawang dari daerah seperti Brebes, Sumenep, atau Enrekang terkenal lebih gurih dan cocok untuk digoreng.
Pilih bawang yang padat, tidak busuk, dan tidak terlalu kecil agar hasilnya maksimal.
2. Kupas, Cuci, dan Keringkan dengan Benar
Setelah memilih bawang, kupas kulitnya satu per satu lalu cuci bersih dengan air mengalir. Proses pencucian ini membantu menghilangkan sisa tanah dan kotoran. Tiriskan hingga kering sebelum diiris agar minyak tidak meletup saat digoreng.
3. Iris Tipis dengan Ketebalan Merata
Irisan yang merata penting agar bawang matang sempurna. Kamu bisa menggunakan pisau tajam atau alat pengiris otomatis agar hasilnya lebih cepat dan konsisten. Irisan yang terlalu tebal cenderung susah kering saat digoreng, jadi sebaiknya dihindari.
4. Tambahkan Rasa dengan Merendam
Rendam irisan bawang dalam air garam selama 10–15 menit. Cara ini membuat rasa bawang lebih gurih dan tahan lebih lama. Beberapa pelaku usaha juga menambahkan sedikit cuka atau baking soda untuk meningkatkan kerenyahan.
5.Goreng dengan Minyak Bersih dan Api Stabil
Panaskan minyak dalam jumlah banyak hingga benar-benar panas.Menggoreng bawang dengan api sedang membantu mencegahnya gosong terlalu cepat. Goreng sedikit demi sedikit agar tidak saling menempel. Aduk pelan agar bawang matang merata dan berwarna keemasan.
6. Tiriskan dan Biarkan Dingin
Setelah matang, segera angkat dan tiriskan bawang goreng dengan saringan atau kertas minyak. Diamkan hingga benar-benar dingin sebelum dikemas. Menyimpan dalam keadaan hangat akan membuatnya cepat lembek dan bau tengik.
Buat Kemasan yang Bikin Orang Tertarik Beli
Kemasan bukan cuma soal wadah, tapi juga daya tarik pertama. Gunakan toples kaca, standing pouch, atau plastik ziplock yang bersih dan rapi. Tambahkan label yang informatif tapi tetap estetik, cukup dengan nama produk, berat, komposisi, dan tanggal produksi.
Tampilan luar yang menarik bisa bikin calon pembeli lebih percaya dan yakin buat coba produk kamu.
Hitung Modal dan Tentukan Harga Jual
Sebelum menentukan harga jual, kamu harus tahu dulu modalnya. Hitung biaya bahan baku, minyak, kemasan, hingga listrik. Dari situ, kamu bisa tentukan Harga Pokok Produksi (HPP). Tambahkan margin keuntungan yang wajar agar tetap kompetitif.
Jangan asal murah, pastikan tetap untung dan layak untuk jangka panjang.
Maksimalkan Penjualan Lewat Platform Digital
Manfaatkan media sosial seperti Instagram, TikTok, dan WhatsApp untuk promosi. Ciptakan konten menarik, misalnya video proses pembuatan, ulasan dari pelanggan, atau trik menyimpan bawang goreng agar tetap renyah. Jualan di marketplace seperti Shopee dan Tokopedia juga bisa bantu menjangkau lebih banyak pelanggan tanpa harus sewa toko.
Kunci usaha tahan lama adalah kualitas yang konsisten. Pastikan rasa dan kerenyahan bawang gorengmu stabil di setiap batch. Dengarkan masukan pelanggan dan jadikan itu bahan evaluasi. Pelanggan puas = repeat order = cuan terus!

Febi Lifiani Rahayu, penulis yang percaya bahwa setiap kata memiliki kekuatan untuk mengubah perspektif. Menyajikan konten yang tak hanya informatif, tapi juga menginspirasi dan membangun koneksi emosional dengan pembaca.